KH Yusuf Chudlori: Yang Dibubarkan adalah Gerakan Politik yang Berkedok Pengajian

alasunnah – KH Yusuf Chudlori atau biasa disapa Gus Yusuf secara tegas,menjelaskan bahwa BANSER dilahirkan oleh Nahdlatul Ulama (NU) untuk menjaga ulama, dan juga menjaga pengajian.

Gus Yusuf pun mengatakan, tidak benar ada yang mengatakan bahwa Banser membubarkan pengajian. Menurutnya, jika ada pengajian yang dibubarkan Banser, maka pengajian itu hanyalah kedok yang digunakan oleh Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dengn tujuan untuk provokasi khilafah.

“Kalau ada pengajian kok dibubarkan Banser, benar, tapi pengajian HTI,” kata Gus Yusuf dalam ceramahnya di video MMN bertajuk Waspadai Permainan Opini HTI, Rabu (12/09/2018).
dikutip dari Dutaislam.com,

Selain itu Gus Yusuf menjelaskan, HTI adalah gerakan politik, tapi berkedok pengajian dan agama.  “Hizbu itu naknanya partai, Tahrir itu kemerdekaan. Itu jelas gerakan politik, tapi selalu berkedok pengajian, berkedok agama,” terangnya.

“Tampilannya pengajian, tapi isinya mengajak menegakkan khilafah, menegakkan negara Islam, mengolok Pancasila, mengolok Pemerintah,” imbuh Gus Yusuf.

Kata Gus Yusuf, yang diubarkan Banser adalah yang demikian.

“Yang ceramahnya tidak benar, bukan pengajiannya,” tegasnya.

Gus Yusuf juga menjelaskan perihal pertanyaan yang menyebutkan bahwa pembubaran pengajian HTI bukanlah tugas Banser melainkan aparat. Menjawab hal ini, Gus yusuf mengatakan, bahwa setahun dan dua tahun yang lalu aparat tidak berani karena belum memiliki payung hukum untuk menindak mereka.

“Ya Banser yang maju pak.. apalagi mereka selalu berlindung di balik agama,” ungkap Gus Yusuf kepada jama’ah yang ikut pengajianya.

“Polisi rombongan datang, mereka bilang takbir.. Polisi pulang pak,” kata Gus Yusuf menjelaskan watak HTI yang seringkali mengganggu mereka dituduh anti Islam.

“Ini yang menghadapi harus Banser, sana bilang takbir ‘Allahu Akbar’, dijawab Banser ‘SamiAllahu Liman Hamidah’,” imbuh Gus Yusuf disambut tawa hadirin.

Gus Yusuf kembali menegaskan, di sinilah Banser harus tampil karena mereka jelas-jelas mau merusak NKRI. “NU bersama komponen bangsa lain, ikut melahirkan NKRI. Maka barangsiapa yang mengganggu NKRI, NU selalu di depan,” tandasnya. [dutaislam.com/alsunnah]

Lewat ke baris perkakas