Maulidan: Keanehan Luar Biasa Nabi Muhammad SAW Sebelum Dilahirkan (Bagian Pertama)

SANTRIMANDIRI.NET –  Makhluk termulia akan dimuliakan oleh Yang Maha Mulia, Allah subhanahu wa ta’alla. Sejak lahirnya, maupun wafatnya. Begitupun Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam. Akan lahir di dunia pun banyak sekali keanehan yang sangat luar biasa terjadi.

Sebelum Rasulullah dilahirkan, prediksi dalam kitab-kitab sebelumnya sudah tertulis secara tersurat. Salah satunya, bakal ada seseorang yang akan menghancurkan pengaruh-pengaruh jahat yang dibawa oleh kaum terdahulu, Nasrani dan Majusi. Termasuk dalam hitungan Penyihir Zarqo.

Zarqo adalah seorang perempuan penyihir yang berafiliasi dengan iblis laknatullah. Sebelum Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam dilahirkan, dalam sejarah dikemukakan bahwa pintu langit selalu terbuka untuk akses informasi langit ke bumi. Sehingga, Zarqo sudah biasa mendapatkan informasi valid mengenai kehidupan di masa yang akan datang.

Zarqo jauh-jauh dari Yamamah, nama suatu daerah lama di Jazirah Arabi bagian tengah. Dimana dulunya dibatasi oleh daerah Bahrain di Utara, Al Hasa di Timur, Hijaz di barat, serta Najd dan Yaman di bagian selatan.

Dari rumahnya ia rela meninggalkan keluarga membawa niat buruk ke Makkah, hendak menumpas Siti Aminah, Ibunda Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam.

Tiba di Makkah, ia tanya penduduk Makkah saat itu, dimana tempat tinggal Abdullah. Setelah ia mengetahui dimana rumah Abdullah dan Aminah, lalu ia mengontrak di rumah seorang tukang rias bernama Takani.

Setelah beberapa hari di Makkah, Zarqo mencoba membujuk Takani untuk bekerjasama, membunuh Aminah binti Wahhab.

Awalnya Takani menolak, namun karena membujuk dengan uang dan emas, akhirnya Takani mengamini permintaan Zarqo untuk membunuh Aminah.

Hajatan Malam di Rumah Takani

Takani bingung, bagaimana ia harus membunuh Aminah. Zarqo yang cerdik dengan akal iblisnya membuat strategi.

“Kau undang penduduk Makkah, adakan pesta di rumahmu. Biar biaya aku yang tanggung,” licik Zarqo.

“Ketika mereka larut dalam pestanya, kamu berangkat ke rumah Aminah!” lanjut Zarqo, sambil memberikan pisau yang sudah diolesi racun. Sekali kena pada kulit, akan menyebar ke seluruh tubuh.

Pesta pun dimulai, para penduduk berkumpul, dan berpesta pora di rumah Takani. Sementara yang punya rumah mengendap-ngendap mendekati rumah Aminah.

Aminah tidak curiga dengan kedatangan Takani ke kediamannya. Karena memang pekerjaan Takani membantu perempuan yang hamil ataupun melahirkan.

“Kemarilah anakku, sudah lama sekali aku tidak datang ke rumahmu ini. Biar aku rapikan rambutmu ini.” ajak Takani.

Aminah duduk tepat membelakangi Takani. Sementara Takani sudah bersiap untuk merapikan rambut Aminah. Di tangan kirinya sisir, sementara di tangan kanannya sebilah pisau beracun.

Di saat waktu yang tepat, Takani menghujamkan pisaunya ke leher Aminah. Namun, tiba-tiba, ia terjungkal dengan sendirinya. Seakan ada yang menariknya dari belakang. Takani berteriak.

Penduduk yang mendengar suara teriakan Takani berbondong-bondong ke rumah Aminah. Dan mendesak siapa yang menyuruh untuk membunuh Aminah. Sampai akhirnya dia mati di tempat itu juga.

Lewat ke baris perkakas