Mengapa Doaku Tak Kunjung Terkabul?

SANTRIMANDIRI.NET – Sebelum kita jawab, coba kita perhatikan bayi yang baru lahir. Mengapa ia tidak diberi gigi oleh Allah?

Tentu saja karena organ percernaan di perutnya masih lemah belum mampu mencerna makanan. Kalu bayi diberi gigi lalu dia makan jagung bakar, duh bisa diare dan mati seketika. Kalu bayi diberi gigi sejak lahir, emaknya bakal sering menjerit karena digigit (maaf) putingnya, jadinya ogah untuk menyusui.

Tapi dengan ditunda tumbuhnya gigi, justru bayi menerima manfaatnya besar. Allah siapkan ASI yg cukup untuk makan minumnya. Allah keluarkan asi dari ibunya bukan dari orang lain agar bayi selalu dekat dalam dekapan ibunya, hingga memiliki kedekatan emosional yang kuat saat dewasa nantinya.

Di usia 7 bulan, tanpa meminta pun Allah akan mulai kasih dia gigi, karena saat itu ia baru butuh belajar mengunyah, tapi tumbuhnya satu persatu sesuai tahapan jenis makanan yang cocok untuknya.

Lihat pula mengapa Allah berikan akal pada anak manusia bertahap sedikit demi sedikit dan baru sempurna saat ia benar benar dewasa, dan terus berkembang sampai tua? Mengapa tidak diberikan saja sejak lahir sedangkan akal adalah suatu yang paling berharga bagi manusia?

Karena adanya akal bagi bayi justru akan merugikannya. Andai bayi dilahirkan dengan akal sempurna sesempurna orang dewasa, dia pasti akan malu digondong kesana kemari, ditetekin puting emaknya, lalu dia akan berontak minta turun minta makan jagung bakar, dan hilanglah berbagai kebaikan yg mestinya didapatkan seorang bayi.

Allah baru berikan akal kepadanya di akhir usia belasan tahun, agar manusia selama belasan tahun itu menjadi terbiasa melihat alam semesta ciptaanNya tapa menggunakan akal, mendengar suara suara ciptaannya tanpa akal, sampai benar benar terbiasa.

Karena, seandainya ada manusia diciptakan Allah belum bisa melihat dan mendengar, lalu diberikan akal sempurna kepadanya, hingga benar benar mampu berfikir logis, baru setelah itu ia diberi kemampuan melihat dan mendengar, pasti dia akan mati seketika saat membuka mata, saat melihat betapa hebatnya Allah yang menciptakan alam sebesar dan seluas ini dengan berbagai bentuk rupa dan warnanya dengan berbagai riuh suaranya yang berbeda, dia akan berteriak SUBHAANALLLOOH lalu mati saking herannya.

Namun sayang sekali, karena sudah nyaman dan terbiasa melihat alam semesta tanpa akal, banyak manusia yang sampai tua atau sampai mati masih tak mampu memnemukan betapa kuasanya Allah, tak mampu melihat betapa baiknya Allah kepada dirinya, tak mau memahami betapa Allah sangat peduli dan selalu memilihkan hal yang bermanfaat dan menghindarkan hal yang merugikan baginya.

Beruntunglah manusia yang setelah diberikan akal, ia gunakan untuk bertafakkur, sesuai dengan tujuan utama diciptakannya akal, hingga ia benar benar menemukan Tuhannya, mencintaiNya, dan dicintaiNya.

Oleh : Najih Ibn Abdil Hameed
Bojonegoro, 3 Oktober 2018

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.

Lewat ke baris perkakas