Ratusan Santri Mendapat Penangan Medis Akibat Keracunan Ikan Tongkol

SANTRIMANDIRI.NET – Ratusan Santri Mendapat Penangan Medis Akibat Keracunan Ikan Tongkol.
Diduga keracunan ikan tongkol, sebanyak 200 santri dilarikan ke rumah sakit Umum Daerah (RSUD) Aceh Besar. Ratusan santri Santri As Salam Islamic Solidarity School, Kota Jantho, Aceh Besar ini bermula setelah sarapan pagi, Rabu (1/8)

Umumnya, santri mengeluh pusing, muntah-muntah, sesak napas, dan gatal-gatal. Mereka diduga keracunan ikan tongkol yang mereka konsumsi saat sarapan. Para santri tersebut berencana akan mengikuti sebuah acara yang diselenggarakan di sekolah. Tiba-tiba satu per satu mengeluhkan mual, pusing, sesak napas, dan muntah-muntah.
Tanpa menunggu lama, para pengasuh pesantren langsung membawa mereka ke Puskesmas Jantho untuk mendapatkan pertolongan pertam. Namun, tak lama, puluhan santri yang masih di sekolah mengeluhkan kondisi serupa, sehingga mereka pun dilarikan ke RSUD Aceh Besar dan RS Ibnu Sina.

dr Bunaiya Putra , selaku Direktur RSUD Aceh Besar, menjelaskan sampai pukul 12.30 WIB, pihaknya telah menerima 63 santri yang masuk ke Instalasi Gawat Darurat (IGD) dan telah ditangani intensif. Umumnya, santri itu mengalami gajala khas keracunan; pusing-pusing,muntah, diare serta sesak napas.

Alhamdulillah, akibat keracunan ikan tongkol ini, tak sampai merenggut korban jiwa. Namun kasus itu memicu kepanikan yang luar biasa. Apalagi saat santri mengalami muntah, pusing, dan sesak napas.

Informasi yang diperoleh Serambi, peristiwa keracunan seratusan santri itu terjadi setelah mereka sarapan pagi berupa nasi putih, ikan tongkol lado sekitar pukul 07.00 WIB.

Menurutnya, dari seratusan santri yang keracunan dan sempat dirawat itu, hanya dua santri di antaranya harus mendapat bentuan oksigen, karena mengalami sesak napas.

Elly Sufriadi sbagai Peneliti dari Fakultas Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam (FMIPA) Unsyiah, berharap kepada warga untuk tidak berlama-lama menyimpan ikan sebelum dimasak untuk dikonsumsi. Karena semakin lama ikan disimpan, semakin besar pula potensi menghasilkan senyawa kimia yang akan membahayakan kesehatan.

Elly menambahkan, salah satu sebab ikan yang dikonsumsi beracun lantaran kandungan formaldehyde atau lebih dikenal formalin. Namun, formalin yang dihasilkan ini tidak hanya karena ditambah dari luar, perut ikan sendiri pun bisa mengeluarkan formalin.

Formalin yang ada pada ikan tidak hanya karena ditambahkan secara sengaja, tetapi juga bisa diproduksi sebagai hasil metabolisme yang berlangsung di dalam perut ikan oleh bakteri bacillus. Bakteri bacillus ini sampai kini namanya belum dikenal di dunia.

Bakteri tersebut mampu mengubah protein ikan menjadi dimetil amin (DMA) dan trimetil amin (TMA) yang selanjutnya menjadi komponen kimia yang menghasilkan senyawa formalin. Semakin lama proses penyimpanan ikan, kandungan formalin akan semakin tinggi, sekalipun disimpan dalam keadaan beku.

Lewat ke baris perkakas