Sabiq Aulia, Santri Pesantren Amtsilati Terbitkan Kitab Safinati: Metode Mudah Pelajari Ilmu Fiqih

SANTRIMANDIRI.NET – Sabiq Al Aulia Zulfa, santri kelahiran Kabupaten Garut berasal dari pasangan Gaos Komaruddin (Alm) dan Dr. Iis Suhayati, M.Ag. ini menempuh pendidikan pesantren sejak usia 10 tahun. Tidak pernah jauh dari keluarga. Namun pada tahun 2005 menjadi awal proses pematangan mental bagi Sabiq, yaitu melanjutkan menuntut ilmu di Pondok Pesantren Darul Falah Amtsilati Pusat, Jepara, Jawa Tengah asuhan KH. Taufiqul Hakim.

Pesantren yang mengedepankan kompetensi dan kompetisi ini membuat Sabiq selalu bersemangat belajar sampai bisa meluluskan program Amtsilati (Metode Praktis Membaca Kitab Kuning) selama 8 bulan dan lanjut program Pasca Amtsilati selama 4 tahun sampai lulus pada tahun 2010.

Berbekal ijazah SMP IT Amtsilati & Ijazah Madrasah Ulya Pasca Amtsilati, Sabiq memberanikan diri mengikuti seleksi perguruan tinggi di STAI Al-Hikam Malang dengan uji kompetensi baca kitab kuning. Meskipun usianya pada saat itu baru 15 tahun, dengan ujian masuk kuliah yang ketat, Sabiq dinyatakan lulus dan menjadi mahasiswa STAIMA Al-Hikam Malang sekaligus mondok di Pesantren Mahasiswa Al-Hikam Malang asuhan KH Hasyim Muzadi, almaghfurllah.

Selanjutnya, Sabiq meluluskan perkuliahan S1-nya pada tahun 2014 dengan judul skripsi “Pengembangan Metode Pembelajaran Kitab Kuning” di Pasca Amtsilati Jepara dengan usia yang sangat muda pada saat itu, usia 19 tahun.
Dalam proses perkuliahan, Sabiq sangat aktif dalam berorganisasi, diantaranya menjadi Ketua Kajian Ilmiah BEM (Badan Eksekutif Mahasiswa) STAIMA Al-Hikam dan Ketua Divisi Keilmuan OSPAM (Organisasi Santri Pesantren Mahasiswa Al-Hikam) dan sempat menjadi panitia seminar lokal maupun Nasional.

Di samping itu, Sabiq juga aktif menjadi motor penggerak Ikatan Santri Mahasiswa Amtsilati (ISMA) Malang Raya dan menjadi Ketua Umum Mutiara ATI (Himpunan Alumni Santri Nusantara Amtsilati).

Selain itu, ia sering menjadi narasumber pada seminar dan pelatihan Amtsilati di berbagai lembaga pendidikan keislamaan baik di Jawa, Bali, Lombok & Kalimantan.

Sekarang, Sabiq lebih fokus dalam merintis lembaga binaannya Pondok Pesantren Darul Falah, Cipanas Garut yang akan dijadikan sebagai pusat kaderisasi santri yang ingin belajar Amtsilati di Jawa Barat.

Tak hanya itu, kegiatannya diisi dengan menyusun kitab-kitab Pasca Amtsilati Daerah dan kaderisasi-monitoring  lembaga Amtsilati di Jawa Barat, khususnya di Kabupaten Garut.

Sebagaimana gurunya, KH. Taufiqul Hakim yang produktif menulis kitab, Mahasantri Pendidikan Bahasa Arab, Institut Agama Islam Cipasung (IAIC) Tasikmalaya ini pun menerbitkan kitab Pasca Amtsilati, bernama Safinati. Kitab praktis untuk memahami ilmu fiqih dengan tiga bahasa; Bahasa Aslinya (Arab), yang diterjemahkan dengan Bahasa Indonesia, Sunda dan Jawa.

Semoga karya santri kelahiran Garut, 29 Juni 1995 ini bisa memberikan manfaat untuk umat sebagaimana para ulama terdahulu yang produktif dalam berdakwah dengan tulisan. (santrimandiri.net/munyf)

Lewat ke baris perkakas